Saya baru pulang dari perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Bandung. Perayaan Ekaristi kali ini berbeda, pertama karena diadakan di hari Senin sore, dan kedua karena adanya acara penyembuhan yang dilakukan oleh Pastor Robert Canton dari Amerika Serikat. Gereja Katedral penuh sekali oleh umat yang ingin mendapatkan penyembuhan dari berbagai macam penyakit. Saya kebagian tempat duduk di aula, di lantai 2. Dari sana saya mengikuti perayaan Ekaristi melalui TV dan proyektor.

Perayaan Ekaristi berlangsung seperti biasa, doa pembuka, bacaan pertama dan seterusnya. Bedanya ada 7 romo yang berdiri di altar, sementara 1 romo memimpin perayaan. Pada saat homili, Robert Canton baru muncul dan menyampaikan pesannya dalam bahasa Inggris, diterjemahkan oleh seorang romo. Robert yang dipanggil dengan sebutan Bob, mengatakan bahwa yang menyembuhkan umat bukanlah dia, tetapi Tuhan yang menyembuhkan, melalui dia, dan bisa juga melalui siapa saja.

Setelah selesai komuni, barulah acara penyembuhan dimulai. Pertama-tama, Bob Canton memberkati orang-orang tua yang duduk di kursi roda dan berjalan menggunakan tongkat. Bob terus menerus mengatakan, “Dalam nama Yesus.” Dan Tuhan bersama Roh Kudus memang hadir di Gereja Katedral Bandung. Bob memberkati seorang demi seorang, lalu menyuruh mereka berjalan, dan betul, mereka bisa berjalan! Tepuk tangan umat pun riuh.

Ada seorang kakek duduk di kursi roda. Setelah diberkati, tangan Bob ke kepala si kakek, lalu Bob berkata, “Dalam nama Yesus, berjalanlah!” Si kakek berdiri dan dapat berjalan! Bob lalu duduk di kursi roda si kakek dan si kakek mendorong kursi roda itu. Si kakek bahkan dapat berlari-lari kecil! Saya sampai menitikkan air mata melihat hal itu.

Ada juga orang yang tidak bisa mendengar dapat mendengar lagi. Saya yakin banyak orang Bandung yang sembuh malam ini. Sekali lagi, yang menyembuhkan adalah Tuhan, bukan Bob.

Karena Bob tidak mungkin memberkati semua umat satu per satu, maka ketujuh romo yang mengawal jalannya perayaan Ekaristi dan acara penyembuhan pun turun tangan membantu Bob untuk memberkati umat. Berkali-kali disebutkan bahwa yang menyembuhkan adalah Tuhan, melalui Robert Canton dan dengan demikian para romo pun bisa digunakan oleh Tuhan untuk menyembuhkan umat, yang penting umat percaya bahwa ia bisa sembuh.

Banyak sekali umat yang setelah diberkati oleh Bob maupun oleh romo yang lain, langsung jatuh ke belakang seolah tak sadarkan diri. Ada yang berbaring di lantai agak lama, ada juga yang cuma sebentar dan langsung bangun lagi. Saya sendiri ketika diberkati oleh seorang ibu pendoa (yang juga membantu selain para romo) jatuh ke belakang. Ketika si ibu bilang pada saya, “Lepaskan!” serasa ada yang mendorong saya, tapi saya bertahan tidak mau jatuh. Si ibu mengulangi lagi beberapa kali, akhirnya saya jatuh ke belakang tapi langsung bangkit lagi, tidak sampai berbaring. Entah kenapa, sepertinya masih ada penolakan di dalam diri saya, saya rasanya tidak ingin sampai jatuh…

Pokoknya malam ini adalah malam yang sangat spesial, saya menyaksikan suatu hal yang luar biasa yang belum pernah saya saksikan sebelumnya.

Ini websitenya Robert Canton: http://www.robertcantonministries.org/

Tagged with:

Filed under: Kesaksian