Penjelasan Peristiwa Terang Kedua: Yesus Menyatakan Diri di Pernikahan di Kana.

Menarik sekali bahwa Yesus mengawali tanda-tanda-Nya pada pesta pernikahan di Kana. Tema nikah memang sering muncul dalam perumpamaan-perumpamaan-Nya. Yesus memang datang ke bumi sebagai Mempelai. Ia mengundang semua orang ke dalam kasih yang kekal. Ia ingin mengubah Gereja menjadi Mempelai yang sempurna bagi-Nya.

Untuk menjadi Mempelai Yesus, satu syarat sudah terpenuhi: Yesus sudah mencintai kita, biarpun kita tidak berjasa; Ia sejak awalnya ‘jatuh cinta’ kepada manusia.

Sekarang manusia harus memenuhi dua syarat lain, yaitu mempercayakan diri sepenuh-penuhnya kepada Yesus, lalu lewat tanda-tanda bahwa ‘mempercayakan diri’ itu terjadi dengan setulus-tulusnya, mengundang Dia agar Ia sebagai Mempelai menunjukkan kasih-Nya kepada kita.

Di Kana, Maria mengajarkan kita sikap tepat dalam mempercayakan diri kepada Yesus. Sebagai ibu yang mengamati kebutuhan sesamanya dengan cermat, Maria tahu bahwa penyelenggara pesta pernikahan menghadapi masalah berat berupa kekurangan anggur. Maka ia berbisik-bisik minta Yesus mengatasi masalah itu.

Yesus tidak menanggapi Maria dengan berkata, “Ya, Aku akan mengatasinya!” Mengapa? Sebab jalan Allah bukan jalan manusia. Yesus justru memberi jawaban yang tampaknya tidak simpatik, “Saat-Ku belum tiba!”

Namun, Maria adalah ‘jago’ dalam soal percaya kepada Yesus. Ketika Malaikat datang membawa kabar kepadanya, ia langsung mempercayakan diri kepada Allah, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu,” katanya. Sekarang ia melakukan hal yang serupa. Ia tahu Yesus dapat dipercaya penuh. Maka ia berkata kepada para pelayan, “Apa yang dikatakan-Nya kepadamu, lakukanlah itu!”

Mempercayakan diri kepada Yesus harus disusul dengan tindakan-tindakan nyata, yaitu melakukan sabda Yesus. Yesus menyuruh para pelayan mengisi tempayan-tempayan yang sudah tersedia dengan air. Syukurlah, mereka melakukannya! Akhirnya, mereka disuruh membawa air yang sudah menjadi anggur itu kepada pemimpin pesta. Ini pun mereka lakukan. Perubahan ajaib itu tidak terjadi karena para pelayan melainkan karena kuasa Yesus. Kalau manusia percaya penuh kepada Yesus, ia akan dimampukan menjadi Mempelai-Nya.

Tagged with:

Filed under: Doa